Tuesday, August 07, 2007

Yeah im the DeviL,,, Auurrgghhh


You are The Devil


Materiality. Material Force. Material temptation; sometimes obsession


The Devil is often a great card for business success; hard work and ambition.


Perhaps the most misunderstood of all the major arcana, the Devil is not really "Satan" at all, but Pan the half-goat nature god and/or Dionysius. These are gods of pleasure and abandon, of wild behavior and unbridled desires. This is a card about ambitions; it is also synonymous with temptation and addiction. On the flip side, however, the card can be a warning to someone who is too restrained, someone who never allows themselves to get passionate or messy or wild - or ambitious. This, too, is a form of enslavement. As a person, the Devil can stand for a man of money or erotic power, aggressive, controlling, or just persuasive. This is not to say a bad man, but certainly a powerful man who is hard to resist. The important thing is to remember that any chain is freely worn. In most cases, you are enslaved only because you allow it.


What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.

Sunday, August 05, 2007

alo there,, hows things?

Dah lama ga nengok blog usang sekarat bin teracuhkan ini. Sekarang lagi di kantor pak Anto. Kebetulan internetnya kenceng betul. Jadi inget kalo dulu pernah bikin blog. Ternyata eh ternyata, blog ini masih hidup walopun ga berkembang. Sedangkan blog teman2 dah berkelebat berkembang pesat dengan hebat.
Status saya sekarang adalah jobseeker, fokus cari kerja di perusahaan minyak milik orang bule. Boleh lah kalian bilang saya jadi calon penghianat bangsa, ngebantu bule menyedot minyak kita, membantu pengangkutan harta tanah air kita ke negara mereka. But guys, saya butuh duit mereka. Bapak saya bukan orang kaya. Perusahaan negara ga bisa ngasih banyak duit, dan perusahaan negara ga "bersih"2 amat. Saya rela jadi kuli mereka, mengesampingkan (mungkin menghilangkan) idealisme saya demi kemapanan hidup, paling tidak untuk setahun. Saya merasa malu, sewaktu mahasiswa kaos saya bertuliskan "BUSH J*NC*K" tapi waktu udah lulus daftar juga ke halliburton.
Alhamdulilah saya masih malu.
Mereka alumni ITB yang jadi koruptor malu ga ya???

Tuesday, October 03, 2006

Mimpi

Mimpi selalu membuatku tertarik. Mimpi kadang lebih bisa menggambarkan apa yang aku rasakan daripada pikiran sadarku. Mimpi memberitahu ketakutanku, kebahagiaanku, cita-citaku, kegiatanku, bahkan cintaku. Dimana pikiran sadarku terlalu sibuk dengan rutinitas. Mimpi adalah jiwa yang bebas. Tidak terbatasi oleh dunia, asumsi-asumsi pun ketidakmampuan manusia. Walaupun kadang mimpi menipu, membuat nightmare terasa nyata, menampilkan kebahagiaan yang ternyata semu. Mimpi adalah mimpi tetaplah mimpi selalu mimpi.

Bulan puasa ini aku jadi sering bermimpi, atau lebih tepatnya lebih bisa mengingat mimpi. Mungkin karena pola tidur yang terpotong-potong dan durasi yang pendek. Mimpi indah, mimpi buruk, mimpi aneh(i.e. mimpi bercinta dengan orang yang tidak aku kenal =p) dan mimpi sesuatu yang tidak ingin kuimpikan(tapi bukan mimpi buruk). Memimpikan orang-orang yang kutemui tiap hari, memimpikan teman-teman lama, memimpikan orang tidak aku kenal sama sekali, memimpikan orang yang aku sayang, memimpikan orang yang aku benci, dan memimpikan orang yang aku sayang sekaligus benci. Aku heran. kenapa aku benci, kenapa aku sayang dan kenapa aku sering memimpikannya.

Sedangkan mimpilah yang dapat meyakinkanku bahwa aku jatuh cinta...

Monday, October 02, 2006

Sang Pagi Menipuku

Sang pagi yang dingin berteman semburat cahaya mentari menyelinap masuk melalui jendela kaca menghantam tembok biru menyilaukanku,,
Begitulah suasana pagi di kamarku yang sempit,, selalu sama, hampir sama, dan berulang-ulang.

Sang pagi menipuku, suasana pagi yang sama dan berulang-ulang membuatku lengah.
Membuatku lupa bahwa waktu berlalu dengan cepat, bahwa pagi itu memang sama, tapi di hari yang berbeda, waktu yang berbeda...
Pagi yang selalu hadir untukku membuatku menunda-nunda pekerjaan, karena masih ada hari esok???
yes,, i'm a good deadliner, dan mungkin banyak dari kita adalah deadliner...
"nanti aja","besok aja","lain kali aja",, alasan selalu berbisik,,,
Hari esok memang akan selalu ada(insyaAllah), pagi yang menyegarkan memang akan selalu hadir,,,
Tapi itu bukan pagi yang sama dengan kemarin, not even close..
time just run fast like an arrow..
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
mungkin aku akan memasang kalender jumbo dimana sang cahaya mentari pagi menghantam tembok biruku,,, :)

Ketika Solo

Ketika seorang bapak bersepeda motor rela mengejarku dan berteriak-teriak hanya untuk mengingatkan bahwa jalan yang aku lalui tidak boleh dilalui oleh mobil pribadi, "Mengke ndak kecekel pulisi mas" katanya.

Ketika seorang pengamen mengucapkan "Matur nuwun sanget" dengan halus saat aku memberikan uang seratus rupiah kepadanya.

Ketika lidah ini dimanjakan oleh kenikmatan masakan kakilima.

Ketika aku menyeruput teh sakral buatan mbah Loso.

Ketika keluarga berkumpul di ruang televisi di pagi hari.

Seketika itulah kerinduanku terhadap kota Solo terobati.

Saturday, September 30, 2006

Kahuripan

Aku agak kecewa ketika temanku membelikanku tiket bis executive. Aku lebih suka naik kereta ekonomi kahuripan. Kata orang kereta kahuripan itu jelek, bau, berkecoa dan murahan. Ya, mereka benar. Tapi aku mencintai kereta itu walaupun membuatku merasa tidak nyaman saat naik. Aku mencintai kereta itu karena membuatku peka, membuatku bersyukur atas nikmat sekaligus membuat pulang kampungku lebih berkesan karena "kesengsaraan" dalam perjalanannya. Di atas kereta itulah potret kehidupan rakyat , bukan di dalam kampus yang setiap spot-nya adalah hot. Di atas kereta itulah aku lebih bisa melihat dunia, bukan di laptop wireless yang katanya bisa melihat dunia hanya dengan "click". Di atas kereta itulah pikiranku bisa lebih terbuka, bukan pada doktrin senior waktu ospek. Yell Boys!!!

Suara Rasis

Kujejakkan kakiku di tanah dimana saudara ari-ari ku dikuburkan. Tanah dimana aku dibesarkan sebagai orang JAWA. Kuhirup udara, udara Jawa. Kumakan beras, beras Jawa. Kuminum air, air Jawa. Kupakai bahasa, bahasa Jawa, yang logatnya mungkin akan melekat di lidahku sampai aku mati. Ya! Aku orang JAWA. Telah aku telan doktrin-doktrin Kejawen(keJawaan) yang baik maupun yang buruk. Hey! Aku tak tahu kenapa suara-suara rasis ini muncul. Mungkin karena euforia pulang kampung. Sebenarnya aku sudah agak gak peduli lagi dengan hal-hal rasis seperti itu. Tapi suara-suara itu kadang-kadang datang lalu mendidihkan darah Jawaku. Ah! aku tak tahu dan tak peduli. Lagian, mau suara itu datang atau enggak, Aku tetap orang Jawa! hahahaha....