Tuesday, October 03, 2006

Mimpi

Mimpi selalu membuatku tertarik. Mimpi kadang lebih bisa menggambarkan apa yang aku rasakan daripada pikiran sadarku. Mimpi memberitahu ketakutanku, kebahagiaanku, cita-citaku, kegiatanku, bahkan cintaku. Dimana pikiran sadarku terlalu sibuk dengan rutinitas. Mimpi adalah jiwa yang bebas. Tidak terbatasi oleh dunia, asumsi-asumsi pun ketidakmampuan manusia. Walaupun kadang mimpi menipu, membuat nightmare terasa nyata, menampilkan kebahagiaan yang ternyata semu. Mimpi adalah mimpi tetaplah mimpi selalu mimpi.

Bulan puasa ini aku jadi sering bermimpi, atau lebih tepatnya lebih bisa mengingat mimpi. Mungkin karena pola tidur yang terpotong-potong dan durasi yang pendek. Mimpi indah, mimpi buruk, mimpi aneh(i.e. mimpi bercinta dengan orang yang tidak aku kenal =p) dan mimpi sesuatu yang tidak ingin kuimpikan(tapi bukan mimpi buruk). Memimpikan orang-orang yang kutemui tiap hari, memimpikan teman-teman lama, memimpikan orang tidak aku kenal sama sekali, memimpikan orang yang aku sayang, memimpikan orang yang aku benci, dan memimpikan orang yang aku sayang sekaligus benci. Aku heran. kenapa aku benci, kenapa aku sayang dan kenapa aku sering memimpikannya.

Sedangkan mimpilah yang dapat meyakinkanku bahwa aku jatuh cinta...

Monday, October 02, 2006

Sang Pagi Menipuku

Sang pagi yang dingin berteman semburat cahaya mentari menyelinap masuk melalui jendela kaca menghantam tembok biru menyilaukanku,,
Begitulah suasana pagi di kamarku yang sempit,, selalu sama, hampir sama, dan berulang-ulang.

Sang pagi menipuku, suasana pagi yang sama dan berulang-ulang membuatku lengah.
Membuatku lupa bahwa waktu berlalu dengan cepat, bahwa pagi itu memang sama, tapi di hari yang berbeda, waktu yang berbeda...
Pagi yang selalu hadir untukku membuatku menunda-nunda pekerjaan, karena masih ada hari esok???
yes,, i'm a good deadliner, dan mungkin banyak dari kita adalah deadliner...
"nanti aja","besok aja","lain kali aja",, alasan selalu berbisik,,,
Hari esok memang akan selalu ada(insyaAllah), pagi yang menyegarkan memang akan selalu hadir,,,
Tapi itu bukan pagi yang sama dengan kemarin, not even close..
time just run fast like an arrow..
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
mungkin aku akan memasang kalender jumbo dimana sang cahaya mentari pagi menghantam tembok biruku,,, :)

Ketika Solo

Ketika seorang bapak bersepeda motor rela mengejarku dan berteriak-teriak hanya untuk mengingatkan bahwa jalan yang aku lalui tidak boleh dilalui oleh mobil pribadi, "Mengke ndak kecekel pulisi mas" katanya.

Ketika seorang pengamen mengucapkan "Matur nuwun sanget" dengan halus saat aku memberikan uang seratus rupiah kepadanya.

Ketika lidah ini dimanjakan oleh kenikmatan masakan kakilima.

Ketika aku menyeruput teh sakral buatan mbah Loso.

Ketika keluarga berkumpul di ruang televisi di pagi hari.

Seketika itulah kerinduanku terhadap kota Solo terobati.